TEKNIK INOKULASI

 

  Pola Inokulasi Teknologi Terbaru 

Pola inokulasi dengan teknologi terbaru dapat dilakukan dalam dua model yaitu pola

melingkar (ring system) dan berseling (zigzag system) seperti terlihat pada

Gambar 1 dan 2 di bawah ini. Titik-titik inokulasi dibuat dengan jarak

vertikal 40 cm dan jarak horizontal 10 cm. Penancapan paku terbaru dilakukan

dengan posisi agak miring dengan kedalaman minimal setengah diameter batang.

Sedangkan ujung paku dibiarkan menonjol di permukaan batang lebih kurang 2 cm

untuk menghidari air yang mengalir pada permukaan batang. Inokulan dimasukkan

dengan menggunakan pipet ukur sesuai dengan dosis yang diinginkan.

 

 

Perkembangan Dalam Inokulasi

Pengamatan infeksi (serangan) inokulan pada proses inokulasi dilakukan dengan

mengukur panjang infeksi vertikal dan horisontal yang terjadi pada permukaan

kayu (Santoso et al., 2011). Dimensi panjang hasil pembentukan gaharu diukur 

secara vertikal ke arah atas-bawah dari satu titik inokulasi. Sedangkan dimensi

lebar diukur secara horisontal kea rah kiri-kanan dari satu titik inokulasi.

Pada kurun waktu satu bulan setelah inokulasi sudah mulai terlihat gejala pembentukan

gaharu yang ditandai dengan adanya perubahan warna kecokelatan pada jaringan kayu.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa inokulasi terbaru memperlihatkan gejala

pembentukan gaharu yang cukup baik. Dalam kurun waktu 2 bulan setelah inokulasi

gejala penyerangan jamur inokulan 00500 sudah menyambung antara titik inokulasi

satu dengan lainnya (jarak vertikal 40 cm) seperti terlihat pada

Gambar 3 di bawah ini. Sedangkan hasil pembentukan gaharunya

pada arah vertikal dan horisontal setalah 5 bulan inokulasi seperti tercantum pada Tabel 1 berikut